Senin, 12 November 2012


PANDUAN REPARASI HARDWARE HP
Dalam reparasi hp hal yang perlu di kuasai adalah sebagai berikut:
1.Bagaimana cara menggunakan alat service
2.Bagaimana cara membaca diagram jalur
3.Bagaimana cara mencari kerusakan komponen
4.Bagaimana cara mengganti komponen


Jika ke empat hal tersebut sudah di kuasai, maka akan semangkin mudah langkah perbaikan HP yang terkenal rumit dan sulit tersebut.
Kesulitan mereparasi HP adalah jika kita terbentur pada keterbatasan Spare
Part, kerusakan CPU, serta putus nya jalur yang berada di bawah IC BGA yang tidak mungkin untuk di lakukan proses Jumper.


TINGKAT KERUSAKAN HP
1.Kerusakan yang di sebabkan oleh Board yang kotor (debu, karat, dll) dapat di reparasi dengan cara membersihkan menggunakan cairan alkohol, tiner atau dapat menggunakan ULTRASONIC CLEANER.
2.Kerusakan akibat jalur pada board putus. Hal ini dapat di reparasi dengan sistem MENJUMPER menggunakan kawat email khusus.
3.Kerusakan akibat kaki IC BGA mengalami korosi, kotor, tidak menempel. Dapat direparasi dengan melakukan REFLOW atau REBALL terhadap IC BGA.
4.Keruskan pada komponen. Dapat di reparasi dengan cara mengganti komponen yang munggkin mengalami kerusakan.


KOMPONEN EXTERNAL
Komponen external adalah komponen yang terletak di luar sistem Board. Untuk menghubungkan nya dengan board di perlukan konektor dan interface. Komponen ini biasanya terpasang pada bagian casing. Komponen externalterdiri dari :
1. LCD (Liquit Crystal Display)
Sebuah layar peraga untuk menampil kan apa apa saja yang kita lakukan pada HP. Seperti penekanan tombol, memenggil, membaca sms, dan lain sebagainya.
2. Speaker
Mendengarkan suara yang kita kirim oleh lawan bicara kita.
3. Mic
Mengirim suara ke lawan bicara kita.
4. Buzer
Mengeluarkan nada dering.
5. Vibrator
Menghasilkan getaran untuk menambah efek dering.
6. Battery
Sumber tenaga (supply)
7. Sim card
Nomor HP.
8. Antena
Menangkap (mengirim/menerima) signal.
9. Charger
Pengisi battery.
10. Konektor
Penghubung ke semua komponen



KOMPONEN INTERNAL
Komponen ini terdapat dalam board, berwujud komponen micro dengan fungsi yang berbeda pada tiap letak masing masing.
a. Resistor (R)
Pengatur besar kecilnya arus & tegangan yang masuk ke dalam komponen lain. Bentuk nya kecil hitam dengan dua kaki di kanan dan kiri nya.
b. Kapasitor (C)
Filter tegangan agar lebih stabil. Bentuk nya kecil coklat, putih, abu abu, dengan kaki 2,4,6,8,10.
c. Deoda (V)
Penyearah arus. Bentuknya seperti resistor tapi memiliki ciri belang sebagai tanda (+) dan (-).
d. Transistor (V)
Stabilisator tegangan. Bentuk nya hitam dengan kaki 3 atau 5.
e. LED (H)
Lampu indikator.
f. Lilitan (L)
Mengubah tegangan menjadi frekuensi (pulsa). Bentuknya lebih besar dari R & C dengan warna hitam, putih dan biru.
g. Transformator (T)
Menghasilkan induksi untuk merubah sinyal menjadi arus listrik.
h. Crystal (G)
Pengatur besar nya frekuensi yang akan masuk ke komponen lain. Bentuknya plat kecil dengan 4 kaki. Khusus untuk RTC (Real Time Clock) berbentuk kapsul dan berfungsi untuk pengaturan jam dan tanggal dalam sistem.
i. IC Berkaki (U)
Fungsi tergantung pada tempatnya.
j. IC BGA (N,D)
Fungsi tergantung pada letaknya.
k. IC Berplat (Z)
Fungsi tergantung pada letaknya.







PERALATAN SERVICE HARDWERE
BASICTOOL (Peralatan Standard)
1.Obeng set (memiliki ukuran berfariasi)
2.Tang Siesmens + Atraktor
3.Pinset
4.Multi Meter (Ohm, Volt, dan Ampere)
5.Solder (mata kecil)
6.Timah kecil dengan diameter 0,4 s/d 0,3
7.Solder Wick : Membersihkan jalur dari bekas timah
8.Cleaner Set : Peralatan pembersih (misal : Tinner supper, kuas kecil, sikat lembut.




ADVANCETOOL (Peralatan Khusus)
I. Blower/hot air/solder uap
Membongkar pasang komponen komponen di dalam board.
II. Flux
Cairan atau pasta sebagai pelindung komponen dari panas dan juga sebagai bahan untuk mempercepat proses cairnya timah.
III. PCB Metal Holder
Pegangan agar board yang akan di reparasi kedudukannya stabil.
IV. BGA Tool
Cetakan IC BGA untuk membentuk kaki IC yang baru.
V. Ultrasonic Cleaner
Membersihkan  karat yang terletak di bawah IC (diantara board).
VI. Frequency Counter
Mengukur besarnya frequency yang di hasilkan komponen.
VII. Power Supply
Mengganti fungsi battery, sekaligus sebagai deteksi konsumsi arus.





DC POWER SUPPLY
Power supply sebenarnya berfungsi tidak hanya ditujukan untuk penggunaan perbaikan HP saja. Power supply bersifat universal, dapat di gunakan untuk mendistribusikan tegangan ke semua sirkuit elektronika. Power supply memiliki tegangan dari 0-15 DC dengan besar arus 1-2 ampere. Dengan menggunakan power supply untuk merereparasi hp ini, maka kita dapat dengan mudah untuk mendeteksi kerusakan hp yang mati total dengan menngunakan metode DETEKSI ARUS.
Di pasaran ada dua jenis Power supply yaitu Manual dan Digital. Untuk memudahkan reparasi dan menghemat biaya pembelian alat maka cukup gunakan power supply manual dalam proses reparasi. Karena power supply digital harga nya sangat mahal dan penggunaan nya begitu rumit.
Power supply ini memiliki kelebihan lain yaitu ada nya Anti Phase Short Circuit yang dapat mencegah jika terjadi kesalahan pemasangan kabel pada HP, sehingga jika kita tidak mengetahui kutub + dan – nya power supply akan mengaman kan tegangan agar tidak merusak HP.




Fungsi Bagian
Voltage Selektor
Menentukan besar kecilnya teganagn yang sesuai dengan kebutuhan unit yang akan di reparasi. Pemilihan besarnya tegangan ini harus di sesuai kan dengan besarnya tegangan yang di reparasi. Jika tegangan kurang dari tegangan battery maka akan berakibat Power Supply tidak dapat menghidupkan unit tersebut. Sebaliknya jika tegangan yang diatur terlalu besar maka akan menyebab kan unit menjadi Over Voltage dan bisa mengalami kerusakan komponen.
Volt Meter Display
Menunjukan besarnya tegangan yang di pilih dari tombol Voltage Selektor. Angka di tunjukan dengan jarum dari posisi 0-15v, semakin di putar ke kanan maka jarum juga akan menunjukan angka besar serta sebaliknya, jika akan memperkecil tegangan cukup memutar Voltage Selektor ke kiri.
Ampere Meter Display
Jika belum di hubungkan ke unit, ampere meter harus menunjukan angka no. Jika angka yang di tunjukan lebih dari nol, maka power supply mengalami kerusakan.
Zero Meter Adjuster
Mengarah kan jarum ke posisi 0 saat power supply belum di hidupkan. Ini berfungsi untuk menimgkatkan ukurasi pengukuran.
LED Indikator
Warna lampu led ini ada dua macam. Saat di hidupkan aan bewarna hijau atau kuning. Jika di guna kan untuk untuk menghidupkan unit dan kemudian warna led berubah menjadi merah makA unit yang di hidup kan tersebut mengalami konslet.
Kabel
Kabel power supply ini sebenarnya tidak memiliki keistimewaan di banding kabel biasa. Hanya saja bentuk kabel ini sudah disesuaikan dengan konektor battery masing masing HP. Bahkan ada yang berbentuk seperti konektor charger sehingga kita tinggal memasangkan saja kabel tersebut pada plug in yang ada pada HP.






CARA PENGGUNAAN POWER SUPLLY
Hidupkan power supply lalu atur tegangan sesui dengan kebutuhan unit yang di reparasi.
Sambungkan kabel merah ke +, hitam ke -, lalu hijau ke BSI (konektor di sebelah kutub). Kabel kuning boleh tidak di pasang. Perbedaan nya jika kabel kuning di pasang maka HP langsung hidup saat Power Supply ON. Tapi jika kabel kuning tidak di pasang kita perlu menekan tombol ON pada HP untuk menghidupkan HP.
HP dengan 2 atau 3 pin konektor battery :
Sambungkan kabel merah ke + kabel hitam ke -. Kabel hijau dan kuning tidak perlu digunakan. Konektor battery dengan 3 pin, yang tengah tidak digunakan.



Deteksi Konsumsi Arus pada hp normal
Saat hp di hidupkan akan ada beberapa kondisi seperti berikut ini :
HP Booting
Saat tombol ON di gunakan untuk pertama kali tapi HP belum sampai hidup. Tombol ON ini di tekan hanya setengah nya saja.
HP Hidup
Pada kondisi ini HP benar benar hidup baik lampu dan LCD nya.
HP Searching (mencari sinyal)
sirkuit sirkuit di unit sinyal mulai bbekerja secara maksimal. Pada fase ini jumlah arus yang di serap HP sangat besar sekali sampai HP benar benar mendapat sinyal.
HP Stand By
Kondisi ini adalah fase di mana HP telah mendapat sinyal lalu di diamkan atau tidak ditekan keypadnya. (hanya LCD saja yang hidup)
HP Calling
HP dalam kondisi mengirim atau menerima panggilan. Dalam fase ini konsumsi arus yang di perlukan akan jauh dari fase searching.



Besarnya Konsumsi Arus yang di perlukan dalam tiap fase adalah sebagai berikut:
Pada saat HP booting
Supply maksimal 0,1 a jika lebih maka IC power sudah menunjukan gejala rusak.
Pada saat HP hidup
Supply maksimal 0,2 a. Jika lebih maka rangkaian interfase seperti LED menyerap battery berlebih.
Pada saat HP searching
Supply maksimal 0,4 a. Jika lebih IC power amplifer sudah rusak.
Pad HP stand by
Supply hp hampir tidak ada 0,01 (nol lebih sedikit). Jika pada posisi stand by supply di atas angka 0,05a maka kerusakan pada IC power.
Pada saat mengirim/menerima panggilan
Supply maksimal 0,5a. Jika lebih terjadi kerusakan pada IC Power, IC PA.





Mencari kerusakan hp mati total dengan power supply
Saat HP di tekan power ON konsumsi kurang dari 0,1 A
Kerusakan pada unit memory (softwere nya, IC flash, EEPROM, RAM, CPU)
Saat HP di tekan power ON konsumsi lebih dari 0,2 A
Kerusakan pada IC power
SaatHP di tekan power ON Power supply langsung drop (0 volt)
Kerusakan pada IC Power
Saat HP di tekan Power ON konsumsi 0 A
Kerusakan pada unit seperti IC, RF, CPU, Jalur Board ada yang putus.
Saat kabel baru di hubungkan power supply langung drop
Kerusakan disebabkan karena adanya hubungan singkat antara + dan -. Ini dapat diakibatkan IC PA rusak, IC power atau adanya jalur yang konslet.







PANDUAN SOLUSI CEPAT REPARASI HP
                    ERICSSON
a. A3618 Mati Total (tanpa sebab berarti seperti jatuh, kena air, dll
Solusi : Bersihkan jalur keypa, lapisi keytone dengan lapisan baru. Hal ini hanya di sebabkan oleh kotornya jalur keyped sehingga tombol (NO=power) tidak dapat di takan.
b. A2618, 2628 Keypad hang, menu aktif sendiri, rsdial sendiri, dll.
Solusi : Bersih kan jalur keypad, lapisi keyton dengan lapisan baru. Hal ini di sebab kan oleh kotornya jalur keypad sehingga tombol tombol lain nya tidak dapat di tekan.
c. All eicsson battery low saat calling
Solusi : Ganti IC PA. Hal ini di karenakan IC PA shoot sehingga menyerap arus yang begitu besar dari battery dan akibatnya supply ke sirkuit lain menjadi berkurang.
d. T10/18 dan sejenisnya sering mati mati sendiri
Solusi : Ganti konektor battery, jika problem masih seperti itu, ganti real time clock cristalnya.
e. Charging tidak normal (not charging, tidak penuh dan lain lain.
Solusi
PERIKSA K



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar